Ini Perbedaan Otak Anak Laki-laki dan Perempuan Menurut Penelitian

Anak perempuan atau laki - laki, sama aja. Yang penting sehat. Iya, sih kalau masalah rezeki anak mungkin memang sama saja, mau anak perempuan atau laki - laki, tapi ternyata ada perbedaan loh diantara anak perempuan dan anak laki - laki itu, salah satunya perbedaan otaknya. Perbedaan otak anak ini mempengaruhi pada kemampuan kognitif dan juga perilakunya. 




Apa perbedaannya otak anak laki - laki dan perempuan? 

Dari gendernya saja, anak laki - laki dan perempuan itu beda banget yah, fakta nya juga banyak kesenjangan yang tidak bisa dipungkiri, betul? 

Hal kecil saja nih, dari segi warna, warna pastel itu identik banget dengan warnanya perempuan dan warna gelap identik dengan warna untuk laki - laki, padahal kenyataannya nggak gitu, banyak kok anak perempuan yang suka warna gelap, dan anak laki - laki yang suka warna pastel, iya kan? 

Kita lihat dari segi perilaku, anak perempuan cenderung lebih empati dan anak laki - laki itu lebih cuek, betul? 

Yang menjadi pertanyaan, apakah perbedaan jenis kelamin itu memang merupakan sifat bawaan lahir ataukah karena perbedaan otak? Atau mungkin karena dibentuk oleh lingkungan? 


Perbedaan otak anak perempuan dan anak laki - laki 

Ada perbedaan biologis antara otak anak laki - laki dan anak perempuan, tapi perbedaan neurologis antar gender ini sangat sedikit dan tidak menjadi dasar perbedaan perilaku. Ternyata, secara fakta mengatakan bahwa pengalaman - pengalaman yang mengubah struktur dan juga fungsi otak. Beberapa ahli saraf menyebutkan ini sebagai plastisitas otak. Otak manusia itu punya kemampuan plastis, berubah melalui pembelajaran atau kebiasaan yang diberikan. 

Ukuran otak anak laki - laki itu lebih besar dibandingkan dengan otak anak perempuan 

Untuk ukuran, ternyata otak dan kepala anak laki - laki itu ukurannya lebih besar dibandingkan perempuan. Tapi, otak anak perempuan selesai tumbuhnya itu lebih awal dibandingkan otak anak laki - laki. Perbedaan ukuran tidak berkaitan dengan kemampuan dalam hal kognitif dan juga perilaku. 

Perbedaan genetik dan hormonal 

Untuk masalah perbedaan genetik dan hormonal anak laki - laki dan perempuan, sebabkan otak alami jalur perkembangan yang berbeda. Ada ahli saraf Michael J Meaney dan rekannya di McGill University menemukan perbedaan cara orang tua untuk membesarkan anak laki - laki dan perempuan akan berpengaruh pada perkembangan otak anak.

Seperti gaya bermain, jenis permainan yang diberikan pada anak laki - laki dan perempuan , dari pemilihan warna, ini akan mempengaruhi selera anak. Ini juga bisa mempengaruhi perkembangan saraf dan psikologis, juga fungsi memori sampai bisa timbulkan dampak signifikan pada perilaku anak. 



Makanya, anak perempuan lebih menyukai boneka dan permainan masak - masakan, sedangkan anak laki - laki lebih suka permainan tembak - tembakan dan mobil - mobil an, betul? 

Anak laki - laki lebih aktif dibandingkan anak perempuan

Anak laki - laki biasanya lebih sering menendang dan lebih aktif berlarian dibandingkan anak perempuan. Ternyata ini dipengaruhi oleh jumlah testoteron yang melimpah selama perkembangan janin. 

Tapi, back to pola asuh orang tua lagi sih. Orang tua sendiri lebih protektif pada anak perempuan, seperti membiarkan anak laki - laki memanjat dan melarang anak perempuan memanjat, padahal kan itu termasuk keterampilan yah, jadi bisa dong anak perempuan melakukan hal yang sama seperti memanjat pohon, iya kan? 

Ketika anak beranjak remaja, anak laki - laki beragresi dengan menggunakan fisik sedangkan anak perempuan itu melalui perang mental. 

Fakta, peningkatan testosterone pada anak laki - laki dimasa remajanya tidak membuat mereka lebih agresif lagi, tapi ketika ada masalah atau perselisihan, anak laki - laki menggunakan serangan fisik. Pada anak perempuan, biasanya mereka ketika ada masalah itu beragresinya dengan cara gosip, mengucilkan, bisik - bisik dan verbal bullying lainnya yang tidak enak. 





Apa perbedaan empati anak laki - laki dan anak perempuan? 

Masalah empati, ada hubungannya nggak antara saraf dan empati? Ternyata, ada. Tapi sangat sedikit diketahui hubungannya antara saraft dan empati, tapi ada psikologi dari Arizona State of University melakukan penelitian di tahun 1980 an, mereka temukan anak laki - laki dan pria dewasa itu mendapatkan skor lebih tinggi pada ukuran agresi fisik dan juga verbal. Anak perempuan dan wanita dewasa mendapatkan skor lebih tinggi pada banyak ukuran empati atau kesadaran dan berbagi emosi tentang oranglain. 

Anak perempuan itu keterampilan komunikasinya lebih baik, kenapa? karena mungkin mereka terbiasa bermain peran ketika memainkan boneka atau barbie. Anak perempuan juga memiliki kecenderungan punya sahabat yang lebih akrab dibandingkan anak laki - laki. 

Hal emosionalitas, perbedaannya tidak terlalu beda sih dengan fase awal kehidupannya, namun  ketika anak laki - laki bertumbuh, mereka diajarkan untuk menjadi manusia yang tangguh, karena itu anak laki - laki kerap menyembunyikan ekspresi ketakutan, kesedihan dan rasa lembut mereka, ini yang membuat kesenjangan antara laki - laki dan perempuan dalam merespon emosional. 

Laki - laki cenderung lebih tegar dibandingkan perempuan, jadi membuat mereka menjadi kurang ekspresif dan juga kurang peka pada perasaan oranglain. Inilah yang mempengaruhi perbedaan cara otak anak laki - laki dan perempuan ketika merespon emosi. Mengajarkan anak perempuan untuk lebih tangguh dan juga ajarkan anak laki - laki untuk bisa lebih sensitif, ini mungkin bisa bermanfaat untuk mereka. 

Jadi antara perempuan dan laki - laki, kita sebagai orangtua harus menerapkan sesuai porsinya. Supaya bisa saling menghargai dan memahami satu sama lain. 

Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.


Love,

Ibu

Post a Comment

0 Comments